Kepriberbicara.com, Batam – Dit Reskrimum Polda Kepri bersama dengan Polres Bintan berhasil membekuk Dua orang Pelaku berinisial J dan AS yang diduga dalang dari kasus tenggelamnya Boat Penumpang PMI di Perairan Johor Bahru Malaysia.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi Dir Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri Siagian, dan Kasubdit IV Dit Reskrimum Kepri, AKBP Achmad Suherlan, dalam konferensi Pers yang digelar pada Senin, (27/12/2021).

Harry menyebutkan bahwa pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku setelah mendapatkan informasi terkait tenggelamnya kapal tersebut. Ia menyampaikan, beberapa korban yang telah ditemukan sudah dipulangkan ke kampung Halamannya.

“Ini adalah konferensi pers lanjutan dari yang dilakukan beberapa hari lalu. Menyikapi kasus tersebut, kita sudah melakukan langkah-langkah penanganan. Pada tanggal 24 Desember lalu, kita berhasil amankan Dua tersangka yang diduga kuat sebagai pelaku kasus ini,” terangnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Tim gabungan tersebut, kedua pelaku ini disebut sebagai penampung para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Harry membeberkan, Pelaku J diamankan dirumahnya yang berada di Wilayah Kavling Harapan Jaya, Bengkong Sadai, Kota Batam. Sementara, pelaku AS diamankan di perumahan Cendana, Batam Center, Kota Batam.

Sebagaimana diketahui, kedua tersangka ini melakukan pengiriman puluhan PMI pada beberapa waktu lalu dengan menggunakan Spead Boat hingga mengalami kecelakaan di Johor Bahru, Malaysia dan mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 21 orang dan 25 orang masih dalam pencarian.

Dari JI Alias J, Tim berhasil amankan barang bukti, tiket pesawat Lion Air sebanyak 5 lembar dengan rute penerbangan Jakarta-Batam,1 unit Handphone yang dijadikan sebagai alat Komunikasi, Buku rekening Bank BRI atas nama tersangka dan Satu Unit Sepeda Motor yang digunakan untuk menjemput PMI di Bandara Hang Nadim, Kota Batam.

Sementara itu, dari Inisial AS Alias AB, Polisi berhasil diamankan barang bukti berupa 1 Unit Handphone, 1 buku rekening atas nama SH yaitu istri tersangka Inisial AS Alias AB, ATM atas nama SH, 1 Unit mobil Toyota Corona warna Gold.

Selain itu,Penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap Lima orang saksi dan dari perkara ini, Tim penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap 7 Unit Speed Boat Fiber yang digunakan untuk pengiriman PMI Ilegal, dan juga 1 Unit Kapal Kayu yang digunakan untuk penampungan sementara PMI Ilegal.

Kabid Humas Polda Kepri, Harry Goldenhardt menyebutkan “atas perbuatannya, kedua tersangka ini dikenai dugaan tindak pidana orang perseorangan dilarang melaksanakan Penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Luar Negeri tanpa memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 dan pasal 83 undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 15.000.000.000,00,” jelasnya. Selanjutnya, Dir Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri Siagian menuturkan hal senada. Dirinya menyebutkan, para pelaku tersebut beraksi secara terstruktur atau merupakan sindikat.

“Kasus ini terjadi di daerah Malaysia, dan berangkat dari informasi tersebut kami melakukan penyelidikan dilapangan dan melakukan koordinasi juga dengan pihak-pihak terkait, kedua tersangka ini adalah yang menjadi perantara yang berada di Kota Batam sebagai pengumpul atau penerima PMI. Mereka ini tidak bekerja sendiri, ini merupakan sindikat. Sementara ini baru dua yang kita dapatkan namun untuk yang lainnya masih terus kita kembangkan dan semoga saja kita bisa mengungkap nya,” Jelas Jefri Siagian.

Dirinya menambahkan, “Kami dari gabungan satgas misi kemanusian ini akan terus melakukan pengembangan terhadap perkara ini dan pihak-pihak yang terlibat tentunya akan kita tarik dan di proses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya atas pengiriman PMI secara Ilegal,” ujar Jefri.(n)